Friday, October 10, 2025

Dari Teknik Ecoprint dan Kain Kayu Lantung, Tercipta Semilir Ecoprint, Kolaborasi Dari Alam Karya Alfira Oktaviani

"Back to Nature" Tema yang kembali diminati

"Back to Nature" atau kembali ke alam telah menjadi tren yang signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk fashion. Tren yang berfokus pada penggunaan bahan-bahan alami dan proses produksi yang ramah lingkungan untuk menciptakan pakaian dan aksesori yang tidak hanya stylish tetapi juga tidak lekang terhadap waktu. 

Dalam dunia fashion, "Back to Nature" dapat diartikan sebagai penggunaan bahan-bahan alami seperti katun misalnya serta penerapan teknik produksi yang ramah lingkungan. Desainer fashion mulai mengutamakan keberlanjutan dan mengurangi dampak lingkungan dengan menggunakan bahan-bahan daur ulang yang ada disekitar. 

Desain minimalis dengan tema alam, warna-warna alami seperti hijau, biru, dan coklat serta pelengkap gaya fashion seperti gelang kayu, kalung biji-bijian, dan anting kulit menjadi menjadi ciri khas dari tren kembali ke alam. 

Teknik Ecoprint, salah satu teknik "alami"

Ada beragam macam teknik yang digunakan dalam dunia fashion, salah satunya adalah Ecoprint. 

Teknik ecoprint adalah cara membuat motif pada kain dengan menggunakan bahan alami seperti daun, bunga, dan ranting. 

Bahan dan Alat yang digunakan dalam teknik ecoprint di antaranya adalah:
1. Kain. Biasa menggunakan kain yang ramah lingkungan seperti katun, linen, atau sutra.
2. Daun, bunga, dan ranting. Bahan dari alam yang memiliki tekstur dan warna menarik.
3. Palu. Untuk memukul-mukul kain dan bahan alami.
4. Penggaris. Untuk mengukur dan memotong kain.
5. Gunting. Untuk memotong kain dan bahan alami.
6. Wajan atau panci. Untuk merebus atau mengukus kain.
Langkah pembuatan
1. Siapkan kain, Cuci dan keringkan kain sebelum digunakan.
2. Pilih bahan alam berupa daun, bunga, atau ranting yang memiliki tekstur dan warna menarik.
3. Atur bahan alami di atas kain sesuai dengan desain yang diinginkan. Kemudian pukul bahan alami tersebut diatas kain. 
4. Gulung kain dengan bahan alami di dalamnya, pastikan kain terbungkus rapat.
5. Ikat gulungan kain dengan tali atau karet untuk menjaga bahan alami tetap di tempat.
6. Kukus gulungan kain selama beberapa jam untuk menghasilkan motif.
7. Setelah proses pengukusan selesai, buka gulungan kain dan lihat hasilnya.
8. Cuci kain dengan air dingin dan keringkan secara alami.

Alfira Oktaviani, mengkolaborasikan teknik ecoprint dan kain kayu lantung. 
Alfira Oktaviani, pengusaha muda dan inovatif, membuat gebrakan di dunia fashion dengan menciptakan produk fashion kolaborasi antara ecoprint yang ramah lingkungan dan juga menggunakan kain kayu lantung. 

Kain lantung adalah kain tradisional khas Bengkulu yang terbuat dari kulit kayu lantung (Artocarpus Altilis). Proses pembuatannya yang unik dan memerlukan ketelatenan membuat kain lantung menjadi sangat berharga. Alfira terinspirasi untuk menggunakan kain lantung sebagai bahan dasar produk fashion ecoprint setelah mengetahui potensi dan keunikan kain tersebut.

Tahun 2018, Alfira mendirikan bisnis produksi fashion ecoprint dengan label Semilir Ecoprint. Produk-produk Semilir Ecoprint hadir dengan rupa yang cantik, dan dibuat dengan menggunakan bahan-bahan alami dan proses yang ramah lingkungan.

Pengakuan dan penghargaan atas karya Semilir Ecoprint by Alfira Oktaviani. 

Tidak sia-sia, karya Alfira Oktaviani dengan Semilir Ecoprint mendapatkan pengakuan dan penghargaan dari SATU Indonesia Award 2022 dari PT Astra Internasional Tbk. Penghargaan yang memberi bukti bahwa bisnis fashion yang berkelanjutan dan ramah lingkungan dapat menjadi sukses dan berdampak positif pada lingkungan.

Kolaborasi yang cantik dari kain lantung dan teknik ecoprint, pemanfaatan hasil alam secara tepat guna, dan memberdayakan masyarakat sekitar, Semilir Ecoprint sukses membantu meningkatkan ekonomi lokal.

Sebuah kisah sukses dari Alfira Oktaviani bersama Semilir Ecoprint yang dapat menjadi inspirasi bagi para pengusaha muda lainnya untuk menciptakan bisnis yang berkelanjutan dan berdampak positif pada lingkungan.
 #Apa2025-KSB

No comments:

Post a Comment