Friday, October 17, 2025

Vania Febriyantie, Sang Penggagas Ide Urban Farming di Bandung

Sayur dan buah merupakan bagian penting dari diet sehat karena kaya akan nutrisi, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh.
Banyak Manfaat Sayur dan Buah, diantaranya:
• Meningkatkan Kesehatan Jantung, membantu menurunkan tekanan darah, kolesterol, dan risiko penyakit jantung.
• Antioksidan dalam sayur dan buah dapat membantu mencegah kerusakan sel dan mengurangi risiko kanker.
• Vitamin dan mineral dalam sayur dan buah dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
• Serat dalam sayur dan buah dapat membantu menjaga kesehatan pencernaan dan mencegah sembelit.
• Antioksidan dalam sayur dan buah dapat membantu melindungi kulit dari kerusakan akibat sinar UV dan meningkatkan kesehatan kulit.

Indonesia adalah negara agraris, yang kini menghadapi masalah serius:
•• Area lahan pertanian buang beralih fungsi menjadi bidang industri dan kebutuhan permukiman yang terus meningkat.
•• Distribusi pangan dari desa ke kota yang mahal dan rentan terganggu.
•• Masalah kondisi iklim yang tidak menentu yang berpengaruh pada hasil panen dan musim tanam.
•• Ketergantungan kota terhadap pangan dari luar menjadikan kota rentan terhadap inflasi dan krisis pasokan.

Berkaca dari masalah tersebut, tren urban farming atau pertanian kota kian aktif tumbuh di berbagai wilayah perkotaan Indonesia. Dari atap gedung tinggi hingga pekarangan rumah warga, masyarakat mulai menanam kembali, yang bukan hanya untuk gaya hidup sehat, tapi juga sebagai bentuk kemandirian pangan.
Urban farming mulai naik daun di masa pandemi COVID-19, dimana sistem lockdown membuat warga lebih banyak di rumah dan mencari kegiatan yang produktif. Dan akhirnya tren itu bertumbuh menjadi gerakan sosial dan ekonomi di masyarakat. 

Ada beberapa jenis urban farming yang biasa dilakukan, seperti:
• Kebun komunitas (community garden) – ruang hijau kolektif di tengah perumahan
• Microgreens dan tanaman herbal – untuk konsumsi harian atau bisnis kecil
• Vertikultur – menanam dengan rak bertingkat di pekarangan sempit
• Hidroponik dan aquaponik – sistem tanam tanpa tanah yang hemat air
• Green rooftop – memanfaatkan atap gedung untuk pertanian

Manfaat Urban Farming diantaranya:
✔️ Meningkatkan ketahanan pangan, sehingga warga kota dapat memenuhi sebagian kebutuhan pangan mereka.
✔️ Mengurangi jejak karbon, dengan berkurangnya transportasi makanan otomatis mengurangi jumlah emisi karbon.
✔️ Aktivitas berkebun dapat menurunkan stres dan meningkatkan kesehatan mental.
✔️ Kegiatan Urban farming dapat mempererat solidaritas sosial dan kesadaran lingkungan di antara warga kota.
✔️ Melalui pengembangan produk organik, pasar tani, dan inovasi pertanian cerdas, urban farming menjadi sektor ekonomi baru yang berpotensi besar.
✔️ Banyak anak muda kini menjadikan pertanian kota sebagai bidang wirausaha kreatif yang menggabungkan teknologi, lingkungan, dan sosial.


Adalah Vania Febriyantie, pencetus Komunitas Seni Tani di Arcamanik, Bandung, yang anggotanya aktif dalam Komunitas Seribu Kebun. Komunitas tersebut berperan sebagai wadah bagi individu yang memiliki minat dalam pertanian dan berbagi pengetahuan serta pengalaman terkait pertanian.

Bukan sekadar bercocok tanam, komunitas ini memiliki perhatian khusus terhadap keadaan lingkungan sekitar. Pendekatan yang diterapkan dalam praktik pertanian di komunitas ini cenderung alami, ramah lingkungan, dan berfokus pada regenerasi. 

Dengan kata lain, upaya yang dilakukan oleh anggota komunitas ini sekuat tenaga untuk menghindari penggunaan bahan-bahan yang berpotensi mencemari lingkungan, sesuai dengan pandangan Vania.

Seni Tani berkomitmen untuk memperjuangkan tiga bidang utama: lingkungan, sosial, dan ekonomi. 
Dalam konteks lingkungan, Seni Tani mengubah lahan yang terbengkalai di sepanjang Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) di wilayah Arcamanik. Di area ini, Tim Seni Tani menerapkan praktik urban farming dengan memanfaatkan potensi sumber daya sekitar untuk mengembangkan kebun pangan melalui metode pertanian organik yang berkelanjutan.

Dalam aspek sosial, Seni Tani melibatkan generasi muda dan komunitas dalam kegiatan yang meliputi terapi alam melalui Kebun Komunal, memberikan pelatihan urban farming, serta menyediakan akses kepada pangan lokal yang berkualitas. 

Di sisi ekonomi, petani muda yang terlibat dalam Seni Tani menjadi lebih mandiri dan memiliki jaminan pendapatan melalui sistem CSA yang mereka terapkan dalam penjualan hasil pertanian.

Meningkatnya popularitas urban farming dan aktivitas bercocok tanam di wilayah perkotaan telah menjadi faktor kunci dalam kesuksesan Vania dalam memicu minat banyak orang. 
Terlebih lagi, hal ini diperkuat oleh munculnya pandemi di Indonesia pada tahun 2020.
Melalui gerakan yang dimulai pada tahun tersebut, pada akhirnya, Vania berhasil meraih penghargaan dari SATU Indonesia Award pada tahun 2021.

SATU Indonesia Awards 2021 adalah sebuah penghargaan yang diberikan oleh Astra kepada anak muda yang memiliki kontribusi positif bagi masyarakat sekitar. Penghargaan ini diberikan dalam lima bidang, yaitu Kesehatan, Pendidikan, Lingkungan, Kewirausahaan, dan Teknologi, serta kategori khusus Pejuang Tanpa Pamrih di Masa Pandemi COVID-19.

Penghargaan ini bertujuan untuk mengapresiasi dan memotivasi anak muda yang memiliki visi dan semangat untuk menciptakan perubahan positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.

Urban farming memiliki potensi besar untuk meningkatkan ketahanan pangan dan kualitas hidup warga kota. Dengan dukungan komunitas, teknologi, dan kebijakan yang berpihak, pertanian kota dapat menjadi solusi nyata bagi kota yang sehat dan mandiri. 
#APA2025-KSB

Friday, October 10, 2025

Dari Teknik Ecoprint dan Kain Kayu Lantung, Tercipta Semilir Ecoprint, Kolaborasi Dari Alam Karya Alfira Oktaviani

"Back to Nature" Tema yang kembali diminati

"Back to Nature" atau kembali ke alam telah menjadi tren yang signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk fashion. Tren yang berfokus pada penggunaan bahan-bahan alami dan proses produksi yang ramah lingkungan untuk menciptakan pakaian dan aksesori yang tidak hanya stylish tetapi juga tidak lekang terhadap waktu. 

Dalam dunia fashion, "Back to Nature" dapat diartikan sebagai penggunaan bahan-bahan alami seperti katun misalnya serta penerapan teknik produksi yang ramah lingkungan. Desainer fashion mulai mengutamakan keberlanjutan dan mengurangi dampak lingkungan dengan menggunakan bahan-bahan daur ulang yang ada disekitar. 

Desain minimalis dengan tema alam, warna-warna alami seperti hijau, biru, dan coklat serta pelengkap gaya fashion seperti gelang kayu, kalung biji-bijian, dan anting kulit menjadi menjadi ciri khas dari tren kembali ke alam. 

Teknik Ecoprint, salah satu teknik "alami"

Ada beragam macam teknik yang digunakan dalam dunia fashion, salah satunya adalah Ecoprint. 

Teknik ecoprint adalah cara membuat motif pada kain dengan menggunakan bahan alami seperti daun, bunga, dan ranting. 

Bahan dan Alat yang digunakan dalam teknik ecoprint di antaranya adalah:
1. Kain. Biasa menggunakan kain yang ramah lingkungan seperti katun, linen, atau sutra.
2. Daun, bunga, dan ranting. Bahan dari alam yang memiliki tekstur dan warna menarik.
3. Palu. Untuk memukul-mukul kain dan bahan alami.
4. Penggaris. Untuk mengukur dan memotong kain.
5. Gunting. Untuk memotong kain dan bahan alami.
6. Wajan atau panci. Untuk merebus atau mengukus kain.
Langkah pembuatan
1. Siapkan kain, Cuci dan keringkan kain sebelum digunakan.
2. Pilih bahan alam berupa daun, bunga, atau ranting yang memiliki tekstur dan warna menarik.
3. Atur bahan alami di atas kain sesuai dengan desain yang diinginkan. Kemudian pukul bahan alami tersebut diatas kain. 
4. Gulung kain dengan bahan alami di dalamnya, pastikan kain terbungkus rapat.
5. Ikat gulungan kain dengan tali atau karet untuk menjaga bahan alami tetap di tempat.
6. Kukus gulungan kain selama beberapa jam untuk menghasilkan motif.
7. Setelah proses pengukusan selesai, buka gulungan kain dan lihat hasilnya.
8. Cuci kain dengan air dingin dan keringkan secara alami.

Alfira Oktaviani, mengkolaborasikan teknik ecoprint dan kain kayu lantung. 
Alfira Oktaviani, pengusaha muda dan inovatif, membuat gebrakan di dunia fashion dengan menciptakan produk fashion kolaborasi antara ecoprint yang ramah lingkungan dan juga menggunakan kain kayu lantung. 

Kain lantung adalah kain tradisional khas Bengkulu yang terbuat dari kulit kayu lantung (Artocarpus Altilis). Proses pembuatannya yang unik dan memerlukan ketelatenan membuat kain lantung menjadi sangat berharga. Alfira terinspirasi untuk menggunakan kain lantung sebagai bahan dasar produk fashion ecoprint setelah mengetahui potensi dan keunikan kain tersebut.

Tahun 2018, Alfira mendirikan bisnis produksi fashion ecoprint dengan label Semilir Ecoprint. Produk-produk Semilir Ecoprint hadir dengan rupa yang cantik, dan dibuat dengan menggunakan bahan-bahan alami dan proses yang ramah lingkungan.

Pengakuan dan penghargaan atas karya Semilir Ecoprint by Alfira Oktaviani. 

Tidak sia-sia, karya Alfira Oktaviani dengan Semilir Ecoprint mendapatkan pengakuan dan penghargaan dari SATU Indonesia Award 2022 dari PT Astra Internasional Tbk. Penghargaan yang memberi bukti bahwa bisnis fashion yang berkelanjutan dan ramah lingkungan dapat menjadi sukses dan berdampak positif pada lingkungan.

Kolaborasi yang cantik dari kain lantung dan teknik ecoprint, pemanfaatan hasil alam secara tepat guna, dan memberdayakan masyarakat sekitar, Semilir Ecoprint sukses membantu meningkatkan ekonomi lokal.

Sebuah kisah sukses dari Alfira Oktaviani bersama Semilir Ecoprint yang dapat menjadi inspirasi bagi para pengusaha muda lainnya untuk menciptakan bisnis yang berkelanjutan dan berdampak positif pada lingkungan.
 #Apa2025-KSB

Vania Febriyantie, Sang Penggagas Ide Urban Farming di Bandung

Sayur dan buah merupakan bagian penting dari diet sehat karena kaya akan nutrisi, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh. ...